Tuesday, October 10, 2017

Alasan Zack Snyder mundur dari Justice League

Alasan Zack Snyder mundur dari Justice League

Sutradara Zack Snyder mengumumkan mundur dari film Justice League. Dilansir dari Hollywood Reporter (22/5/2017), Snyder akan diganti oleh Joss Whedon. Dengan demikian, Warner Bros. tak perlu memundurkan jadwal rilis Justice League yang sedianya diputar pada pertengahan November mendatang.
Apa yang menyebabkan Snyder mengundurkan diri pada saat filmnya sudah hampir selesai?
Rupanya, pria berusia 51 itu ingin mengonsentrasikan diri untuk urusan keluarga. Deborah Snyder, istrinya yang juga produser Justice League juga mundur. Anak perempuan mereka, Autumn Snyder (20 tahun), meninggal dunia pada Maret lalu, karena bunuh diri.
Awalnya Snyder ingin tetap melanjutkan Justice League untuk menguburkan dukanya dengan membenamkan diri dalam film yang dibintangi Ben Affleck dan Gal Gadot itu.
"Pekerjaan ini cukup intens. Dua bulan belakangan, saya menyadari sesuatu," ujar Snyder dengan emosional.
"Saya memutuskan untuk mundur dari film ini, untuk bersama keluarga dan anak-anak yang sungguh sangat membutuhkan saya. Mereka sedang mengalami masa-masa sulit. Saya juga."
Autumn adalah salah satu dari empat anak Snyder bersama istri pertamanya, Denise Weber. Jumlah anak Snyder ada delapan; dua dari mantan kekasihnya Kirsten Elin, dan dua lagi anak yang ia adopsi bersama Deborah. Penyebab Autumn bunuh diri tak pernah diungkap secara luas oleh Snyder dan keluarganya.
Warner Bros. sebenarnya mendukung Snyder secara penuh. Mereka bersedia memundurkan jadwal Justice League, tapi Snyder bersikukuh untuk merilisnya sesuai jadwal semula.
"Saya menyadari para penggemar akan khawatir dengan filmnya, tapi ada tujuh anak yang butuh saya. Pada akhirnya, itu kan hanya film. Film yang luar biasa, tapi tetap hanya sebuah film."
Oleh karena itu, ia mempercayakan Justice League kepada Whedon. Sineas yang lebih tua setahun dari Snyder itu berpengalaman dengan film pahlawan super kelas berat dalam The Avengers (2012) dan Avengers: Age of Ultron (2015). Whedon juga sudah dipercaya Warner untuk menggarap Batgirl.
Sebelum Autumn meninggal, proses pengambilan gambar untuk Justice League sudah hampir selesai. Setelah memperlihatkan potongan kasar Justice League kepada beberapa sineas, Snyder merasa ia memerlukan adegan tambahan.
Untuk itu, ia mengundang Whedon guna menulis naskah adegan-adegan tersebut. Siapa sangka, akhirnya Whedon juga yang menggarap adegan tambahan.
"Penyutradaraannya akan minimal, dan harus mempertahankan gaya serta nada yang dibuat Snyder," ujar Toby Emmerich, presiden Warner Bros.
"Kami tak akan memperkenalkan karakter baru. Zack menyerahkan setir kepada Joss, tapi jalurnya sudah ditentukan lebih dulu. Saya percaya, meskipun ada tragedi ini, kami tetap akan memiliki film yang luar biasa."
Meski begitu, Whedon tentu akan memberikan sedikit sentuhan berbeda daripada Snyder. Tugas yang ia emban sebetulnya cukup berat. Dua film DC sebelumnya oleh Snyder yaitu Man of Steel (2013) dan Batman v Superman (2016) sukses secara komersial, tapi dibantai kritikus.
Gaya penyutradaraan Snyder yang sangat berorientasi kepada visual, serta tona cerita yang terlalu kelam untuk ukuran film superhero kerap disebut sebagai biang keladinya.
Untuk itu, Whedon sebetulnya bisa menjadi penawar dari gaya khas Snyder tersebut. Dua film Avengers yang ia garap bernuansa cerah dan optimistis, hal yang dianggap sebagai penyebab kesuksesan film-film Marvel, pesaing utama DC

No comments:

Post a Comment